Sabtu, 11 Mei 2013

KEADAAN UMUM KECAMATAN GEKBRONG



Keadaan Wilayah
Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur memiliki luas lahan 4.788,87 ha, yang meliputi delapan desa, yaitu Desa Cikancana, Cintaasih, Sukaratu, Bangbayang, Songgom, Cikahuripan, Gekbrong dan Kebonpeuteuy. Wilayah Kecamatan Gekbrong sebagian besar berupa lahan darat/kering yakni seluas 3.534,470 ha (73,80.%) sedangkan lahan sawah  hanya seluas 1.254,400 ha (26,20 %). Secara umum lahan sawah tersebut berpengairan pedesaan tetapi potensi air untuk kebutuhan usahatani mencukupi setiap musimnya. Luas sawah terbesar berada di Desa Bangbayang  213,170 ha (17,00 %) sedangkan luas lahan sawah paling kecil terdapat di Desa Gekbrong yaitu  49,000 ha  (3,90 %.)
Letak Geografis
Secara administratif wilayah Kecamatan Gekbrong berbatasan dengan wilayah lain,
 sebagai berikut :
·           Sebelah utara berbatasan dengan wilayah kecamatan Warungkondang
·           Sebelah selatan berbatasan dengan wilayah kecamatan Cibeber dan Kabupaten Sukabumi
·           Sebelah barat berbatasan dengan wilayah Kecamatan/Kabupaten Sukabumi
·           Sebelah timur berbatasan dengan wilayah Kecamatan Cibeber dan kecamatan Warngkondang
      Topografi
Kecamatan Gekbrong terletak pada ketinggian  600 – 1000  meter di atas permukaan laut, dengan kemiringan berkisar antara 15 – 40 persen dan memiliki bentuk tofografi wilayah sebagian besar datar (51,25%), begelombang (27,50%). Dan berbukit (21,25%).
Tofografi bergelombang dan berbukit memiliki potensi yang cukup luas terutama pada lahan kering. Untuk mengoptimalkan lahan kering perlu upaya konservasi dan pengembangan komoditas palawija/sayuran, buah-buahan, dan tanaman keras yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Sementara lahan dengan tofografi datar menuju bergelombang memiliki potensi yang cukup luas terutama pada lahan sawah..Untuk mengoptimalkan lahan sawah perlu upaya upaya mempertahankan dan memeliharaan sumber pengairan yang baik, terutama pemeliharaan saluran irigasi Desa dan konservasi lahan di bagian hulu untuk menjaga daya dukung terhadap ketersediaan air untuk areal persawahan.
Sedangkan jika dilihat dari jenis tanah berdasarkan beberapa sistem pengklasifikasian, wilayah Kecamatan Gekbrong terdiri dari tanah dengan jenis Renzina (Sistem Dudal/ Soepraptohardjo (1957-1961 ; Modifikasi Sistem D/S (1978) ; FAO/ Unesco (1970) ) atau Rendoll (USDA Soil Taxonomy (1975). Jenis tanah ini merupakan jenis tanah kaya akan kandungan bahan organik dan unsur hara sehingga sangat baik untuk pertumbuhan tanaman baik padi maupun tanaman lainnya.

  Perkembangan Jenis Penggunaan Lahan
            Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur memiliki luas lahan 4.788,87 Ha, yang sebagian besar berupa lahan darat/kering seluas 3.534,47 Ha (73,80%) sedangkan lahan sawah  hanya seluas 1.254,400 Ha (26,20 %).
Secara umum lahan sawah di Kecamatan Gekbrong diairi dengan pengairan pedesaan. Namun demikian kebutuhan air terpenuhi dan mencukupi dalam pelaksanaan kegiatan usaha tani, hal ini terbukti bahwa lahan sawah di Kecamatan Gekbrong bisa ditanami setiap musimnya, baik musim penghujan maupun musim kemarau dan hasil produksi yang diperoleh tidak berbeda nyata. Areal sawah  terdapat di wilayah Desa Bangbayang  213,170 ha, Songgom 208,600 ha , Sukaratu 204,000 ha, Cikancana 177,780 ha, Gekbrong 49,000 ha, Kebonpeuteuy 141,000 ha, Cikahuripan 153,403 ha, Cintaasih 107,447 ha.

Luas lahan darat/kering di wilayah Kecamatan Gekbrong adalah seluas 3.534,70 Ha. Lahan tersebut di pergunakan untuk lahan pertanian tegalan/ladang, perkebunan, hutan negara, kolam, pekarangan, pemukiman, dan lain-lain.  Keadaan lahan darat/kering di Desa  Bangbayang  seluas 57,000 ha,  Songgom 138,650 ha, Sukaratu 718,220 ha, Cikancana   116,560 ha, Gekbrong 146,300 ha, Kb. Peuteuy 1.193,417 ha, Cikahuripan 206,090 ha, Cintaasih    958,233 ha.
  Iklim
1.    Tipe iklim
Menurut Koppen, iklim adalah keseluruhan syarat-syarat atmosfir daerah yang memungkinkan kelangsungan hidup manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan di daerah tersebut. Atas dasar pengertian tersebut iklim di Kabupaten Cianjur, termasuk Kecamatan Gekbrong umumnya bertipe iklim Af.

2.      Curah Hujan dan Hari Hujan
      Berdasarkan rata-rata curah hujan 10 tahun terakhir (Th 1997-2010), type iklim di Kecamatan Gekbrong termasuk  Oldemen (B.1). 
                Rata-rata bulan basah  8 bulan, yaitu pada bulan Januari, Pebruari, Maret, April, Mei, Juni, Oktober, Nopember, dan Desember.  Rata-rata bulan  kering  2 bulan, yaitu pada bulan Juli dan Agustus.  Sedangkan bulan lembab 2 bulan, yaitu bulan Juni dan September. Oleh karena itupengaturan pola tanamyang di kembangkan baik di lahan sawah maupun di lahan darat/kering disesuaikan dengan kondisi iklim dan curah hujan.  



  KEADAAN PENDUDUK
a.      Keadaan penduduk menurut jenis kelamin
Jumlah Penduduk di Kecamatan  Gekbrong per 31 Desember 2012 berjumlah  52.578 orang, yang terdiri atas laki-laki  26.701 orang (51%) dan perempuan  25.877 orang (49 %),
Desa Kebonpeuteuy merupakan Desa terpadat yaitu sebanyak 7.893  Orang sedangkan desa dengan kepadatan terendah adalah Desa Cikancana yaitu 5.289 orang. Jumlah kepala keluarga (KK) di Kecamatan Gekbrong 13.118 KK dan jumlah kepala keluarga tani 10.261 KK Tani (82,35 % dari KK umum).  Jumlah penduduk menurut jenis kelamin, KK, dan KK tani di Kecamatan Gekbrong tahun 2012, selengkapnya disajikan pada Tabel
 Keadaan Penduduk di Kecamatan Gekbrong Tahun 2012
No
Desa
Jumlah Penduduk (orang)
Jumlah
KK (orang)
Jumlah  KK Tani
Laki-laki
Perempuan
Jml  (L+P)
1
Bangbayang
3409
3237
6646
1.800
884
2
Songgom
3891
3780
7671
1.412
1.246
3
Sukaratu
2884
2892
5776
1.327
1.150
4
Cikancana
2698
2591
5289
1.521
1.111
5
Gekbrong
3926
3777
7703
1.921
1.561
6
Kebon Peuteuy
3905
3988
7893
2.112
1.842
7
Cikahuripan
3123
3051
6174
1.436
1.030
8
Cinta asih
2865
2561
5426
1.589
1.437

           Jumlah

26701
25877
52578
13.118
10.261
            Sumber : Desa-desa di Kecamatan Gekbrong 2012

b. Keadaan Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan penduduk di wilayah Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur bervariasi, mulai dari tingkat SD/sederajat, tidak tamat SD/sederajat, SLTP/sederajat, SLTA/sederajat, dan sekolah perguruan tinggi (diploma, dan S1).

c.   Penduduk Menurut Mata Pencaharian
Jumlah Kepala Keluarga Kecamatan Gekbrong sebanyak 13.118 KK dengan mata pencaharian penduduk beranekaragam, sebagai petani 10.261 KK (tanaman pangan, peternak, perkebunan rakyat, petani ikan), , dan non petani 2.857 KK.
      Hal ini mencerminkan, bahwa sebagian besar penduduk Kecamatan Gekbrong bermata pencaharian sebagai petani  dan buruh Tani  ( 78,22 % ) sedangkan non petani (21,78%. ).
.  Keadaan Penduduk Tani berdasarkan Status Kepemilikan
Lahan Usaha Tani Tahun 2012

No
Desa
KK Tani
Pemilik
Pemilik penggarap
Penggarap/
buruh tani
1
Bangbayang
884
381
154
349
2
Songgom
1.246
252
392
602
3
Sukaratu
1.150
550
170
430
4
Cikancana
1.111
555
180
376
5
Gekbrong
1.561
288
289
984
6
Kebonpeuteuy
1.842
515
220
1107
7
Cikahuripan
1.030
426
174
430
8
Cintaasih
1.437
699
228
510
Jumlah
10.261
3.666
1.807
4.788
Sumber : Desa-desa di Kecamatan Gekbrong 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar